PADANG, 10 Syawal 1447 H – Seluruh civitas akademika Universitas Ekasakti (UNES) merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 H dengan penuh suka cita, kebersamaan, dan semangat persatuan. Momen suci ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, namun juga refleksi mendalam untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan, termasuk pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus. Perayaan yang jatuh setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan ini menjadi simbol kemenangan spiritual dan ajakan untuk kembali pada fitrah, menjunjung tinggi toleransi, empati, dan saling menghargai.
Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas Ekasakti turut mengambil bagian dalam menyemarakkan Idul Fitri 1447 H, menjadikan momentum ini sebagai pengingat akan pentingnya menciptakan ekosistem kampus yang aman, damai, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Dengan semangat Idul Fitri, UNES bertekad untuk terus membudayakan lingkungan akademik yang inklusif, saling menghormati, dan menjunjung tinggi martabat setiap individu.
Makna Spiritual Idul Fitri dan Relevansinya bagi Civitas Akademika
Idul Fitri, yang juga dikenal sebagai Hari Kemenangan, adalah puncak dari perjuangan spiritual selama bulan Ramadan. Ini adalah waktu untuk introspeksi, memohon ampun, dan memaafkan. Bagi civitas akademika Universitas Ekasakti, makna ini sangat relevan. Proses belajar mengajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat memerlukan kejernihan hati, pikiran yang terbuka, serta kesediaan untuk terus belajar dan berbenah diri. Spirit Idul Fitri mendorong setiap individu, baik dosen, staf, maupun mahasiswa, untuk memulai lembaran baru dengan niat yang bersih, menghilangkan prasangka, dan membangun jembatan komunikasi yang lebih baik.
Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd., Rektor Universitas Ekasakti, dalam pesannya menyampaikan, "Idul Fitri adalah momentum emas untuk membersihkan hati dan pikiran. Mari kita jadikan kemenangan ini sebagai landasan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan di kampus kita. Dengan hati yang bersih, kita dapat lebih fokus membangun Universitas Ekasakti menjadi institusi pendidikan unggulan yang tidak hanya mencetak insan cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan berempati tinggi."
Semangat Kebersamaan dan Toleransi di Lingkungan Kampus
Salah satu esensi utama Idul Fitri adalah kebersamaan dan silaturahmi. Di Universitas Ekasakti, nilai ini diterjemahkan melalui berbagai kegiatan yang mendorong interaksi positif antarwarga kampus dari berbagai latar belakang. Perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang memperkuat tenunan kebersamaan. Perayaan Idul Fitri di UNES menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat dirayakan dalam harmoni, saling menghormati keyakinan dan tradisi masing-masing.
"Idul Fitri mengingatkan kita bahwa kita semua adalah bagian dari satu keluarga besar, keluarga Universitas Ekasakti. Semangat kebersamaan ini harus terus kita pupuk, bukan hanya saat perayaan, tetapi setiap hari. Toleransi adalah kunci utama dalam mencegah konflik dan membangun lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan akademik dan personal." – Yessy Marzona, S.Pd., M.Pd., Kepala Satgas PPKPT Universitas Ekasakti.
Pentingnya toleransi ini juga menjadi fondasi utama bagi misi Satgas PPKPT. Kekerasan seringkali berakar dari ketidaktoleranan, kurangnya empati, dan gagalnya penghargaan terhadap perbedaan. Dengan menginternalisasi nilai-nilai Idul Fitri, civitas akademika diajak untuk lebih peka terhadap perasaan orang lain, menghargai batas-batas pribadi, dan menyelesaikan perbedaan dengan cara-cara yang damai dan konstruktif.
Peran Satgas PPKPT dalam Momen Idul Fitri dan Komitmen Anti-Kekerasan
Satgas PPKPT Universitas Ekasakti melihat Idul Fitri sebagai kesempatan strategis untuk menggaungkan kembali pesan-pesan pencegahan kekerasan. Nilai-nilai seperti pengampunan, kasih sayang, keadilan, dan kesetaraan yang terkandung dalam perayaan ini sangat selaras dengan visi Satgas untuk menciptakan kampus yang aman dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, seksual, maupun perundungan.
Pada momen Idul Fitri ini, Satgas PPKPT mengajak seluruh elemen kampus untuk:
- Meningkatkan Empati dan Solidaritas: Merasakan apa yang dirasakan orang lain, terutama mereka yang mungkin menjadi korban atau rentan terhadap kekerasan.
- Membangun Komunikasi Positif: Mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan masalah, menghindari komunikasi yang agresif atau menyudutkan.
- Menjunjung Tinggi Penghormatan: Menghargai hak asasi dan martabat setiap individu tanpa memandang perbedaan latar belakang.
- Menjadi Agen Perubahan: Berani menyuarakan kebenaran dan melaporkan setiap indikasi kekerasan yang terjadi, serta aktif dalam upaya pencegahan.
Yessy Marzona, S.Pd., M.Pd., menambahkan, "Satgas PPKPT berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di kampus. Namun, upaya ini tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif dari seluruh civitas akademika. Idul Fitri adalah pengingat bahwa kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk saling menjaga dan menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan. Mari kita jadikan semangat fitrah ini sebagai energi untuk terus melawan kekerasan dalam bentuk apapun."
Refleksi Diri dan Komitmen Membangun Ekosistem Kampus yang Damai
Momentum Idul Fitri juga merupakan waktu yang tepat untuk refleksi mendalam bagi setiap individu. Refleksi ini tidak hanya tentang hubungan vertikal dengan Tuhan, tetapi juga hubungan horizontal antar sesama manusia. Bagaimana kita telah memperlakukan rekan, mahasiswa, atau atasan kita selama ini? Apakah ada tindakan atau ucapan yang mungkin menyakiti orang lain? Idul Fitri mendorong kita untuk berintrospeksi dan bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih bijaksana.
Komitmen untuk membangun ekosistem kampus yang damai dan bebas kekerasan adalah janji yang harus terus diperbarui. Ini bukan hanya tugas Satgas PPKPT atau pimpinan universitas semata, melainkan tanggung jawab kolektif. Setiap individu di Universitas Ekasakti memiliki peran krusial dalam menciptakan budaya hormat, saling mendukung, dan anti-kekerasan.
Langkah-langkah konkret yang dapat diambil setelah Idul Fitri untuk memperkuat komitmen ini meliputi:
- Mengikuti sosialisasi dan pelatihan yang diadakan oleh Satgas PPKPT.
- Meningkatkan kesadaran tentang bentuk-bentuk kekerasan dan dampaknya.
- Membangun jaringan dukungan dan saling menguatkan antar mahasiswa, dosen, dan staf.
- Mempraktikkan komunikasi asertif dan non-kekerasan dalam interaksi sehari-hari.
- Menggunakan saluran pelaporan yang tersedia jika menyaksikan atau mengalami kekerasan.
Dengan semangat Idul Fitri 1447 H, Universitas Ekasakti berharap dapat terus maju sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, dan kebebasan dari kekerasan. Mari kita jadikan setiap hari sebagai Idul Fitri, di mana kedamaian, pengampunan, dan kebersamaan senantiasa mewarnai setiap langkah kita di kampus.