PADANG, 16 Juni 2026 – Seluruh civitas akademika Universitas Ekasakti (UNES) hari ini, Selasa, 16 Juni 2026, merayakan dan merenungkan makna mendalam di balik peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah. Momen sakral ini tidak hanya menandai pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi ajakan kuat untuk melakukan refleksi spiritual, transformasi diri, serta penguatan komitmen terhadap nilai-nilai kebaikan dan keharmonisan di lingkungan kampus, sejalan dengan visi Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas Ekasakti.
Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H di UNES difokuskan pada upaya introspeksi dan revitalisasi semangat hijrah, yang dimaknai sebagai perjalanan spiritual dari kondisi yang kurang baik menuju kondisi yang lebih baik. Dalam konteks perguruan tinggi, semangat ini diterjemahkan menjadi dorongan untuk menciptakan lingkungan akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berintegritas moral, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Makna Historis dan Spiritualitas Hijrah
Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi adalah titik balik penting dalam sejarah Islam. Hijrah bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan sebuah revolusi mental, spiritual, dan sosial. Ia mengajarkan tentang keberanian mengambil keputusan besar demi mempertahankan keyakinan, ketabahan menghadapi tantangan, serta pentingnya membangun komunitas yang solid berdasarkan prinsip keadilan, persaudaraan, dan saling menghormati.
"Hijrah mengajarkan kita tentang pentingnya meninggalkan kebiasaan lama yang tidak produktif dan berani melangkah menuju perubahan yang lebih baik. Ini adalah momentum untuk muhasabah diri, mengevaluasi setiap langkah yang telah kita ambil, dan merancang masa depan dengan penuh optimisme dan integritas," ujar Yessy Marzona, S.Pd., M.Pd., Ketua Satgas PPKPT Universitas Ekasakti, dalam sambutannya.
"Tahun Baru Islam 1448 H ini adalah pengingat bagi kita semua, khususnya civitas akademika Universitas Ekasakti, bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berhijrah, bertransformasi menuju versi diri yang lebih baik. Mari kita jadikan semangat hijrah sebagai landasan untuk membangun kampus yang berakhlak mulia, toleran, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, sesuai dengan nilai-nilai Islam dan Pancasila."
— Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd., Rektor Universitas Ekasakti
Membangun Harmoni Kampus melalui Nilai-nilai Keislaman
Universitas Ekasakti selalu berkomitmen untuk menanamkan nilai-nilai luhur agama sebagai fondasi pembentukan karakter mahasiswanya. Tahun Baru Islam 1448 H menjadi kesempatan emas untuk merevitalisasi nilai-nilai tersebut, seperti:
- Toleransi dan Saling Menghargai: Menguatkan pemahaman bahwa keberagaman adalah anugerah yang harus dirawat, bukan sumber perpecahan.
- Empati dan Kasih Sayang: Mendorong civitas akademika untuk lebih peka terhadap kondisi sesama, menumbuhkan rasa peduli, dan menghindari tindakan yang menyakiti orang lain.
- Keadilan dan Kesetaraan: Memastikan setiap individu diperlakukan secara adil tanpa diskriminasi, baik dalam aspek akademik maupun sosial.
- Integritas dan Kejujuran: Menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap tindakan, baik dalam belajar, mengajar, maupun berinteraksi.
- Semangat Kebersamaan (Ukhuwah Islamiyah): Mempererat tali persaudaraan antar sesama muslim dan persatuan antar umat beragama.
Nilai-nilai ini sangat relevan dengan misi Satgas PPKPT dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan kondusif untuk belajar dan berkarya. Kekerasan, dalam bentuk apapun, bertentangan dengan esensi ajaran Islam yang mengedepankan perdamaian dan kasih sayang.
Peran Satgas PPKPT dalam Semangat Transformasi 1448 H
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi Universitas Ekasakti menegaskan bahwa momentum Tahun Baru Islam ini adalah waktu yang tepat untuk memperkuat komitmen anti-kekerasan. Semangat hijrah yang berarti bergerak menuju kebaikan harus menjadi inspirasi bagi setiap individu untuk:
- Menjadi Agen Perubahan: Setiap anggota civitas akademika diharapkan menjadi pelopor dalam menyebarkan nilai-nilai anti-kekerasan dan menjadi teladan bagi lingkungannya.
- Meningkatkan Kesadaran: Terus-menerus mengedukasi diri dan orang lain tentang pentingnya mencegah dan melaporkan segala bentuk kekerasan.
- Membangun Lingkungan Inklusif: Memastikan tidak ada ruang bagi diskriminasi, perundungan, atau pelecehan di kampus.
- Mengembangkan Empati: Memahami perspektif orang lain dan menghindari tindakan yang dapat menimbulkan penderitaan.
Yessy Marzona, S.Pd., M.Pd., menambahkan, "Kami di Satgas PPKPT melihat Tahun Baru Islam sebagai momentum spiritual yang sangat kuat untuk menggerakkan hati dan pikiran seluruh civitas akademika. Jika setiap individu berhijrah dari sikap abai menjadi peduli, dari sikap intoleran menjadi toleran, dari sikap semena-mena menjadi adil, maka mimpi kampus bebas kekerasan akan semakin nyata."
Refleksi Diri dan Resolusi Positif
Sebagai bagian dari peringatan 1448 Hijriyah, Universitas Ekasakti mendorong seluruh dosen, staf, dan mahasiswa untuk melakukan refleksi diri. Pertanyaan-pertanyaan seperti 'Apa yang bisa saya perbaiki dalam diri saya?', 'Bagaimana saya bisa berkontribusi lebih baik untuk kampus?', dan 'Bagaimana saya bisa menjadi pribadi yang lebih bermanfaat dan tidak menyakiti orang lain?' diharapkan menjadi panduan dalam merumuskan resolusi positif untuk tahun mendatang.
Resolusi ini tidak hanya terbatas pada pencapaian akademik atau profesional, tetapi juga mencakup perbaikan karakter, penguatan hubungan sosial, dan peningkatan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dengan semangat hijrah, setiap individu diharapkan mampu meninggalkan kebiasaan buruk, mengembangkan potensi diri, dan menjadi bagian dari solusi, bukan masalah.
Masa Depan Kampus yang Berkeadaban
Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H di Universitas Ekasakti bukan hanya seremoni tahunan, melainkan sebuah panggilan untuk aksi nyata. Dengan menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai kompas moral dan semangat hijrah sebagai motor penggerak, UNES optimis dapat menciptakan lingkungan akademik yang tidak hanya melahirkan lulusan berprestasi, tetapi juga insan-insan yang berakhlak mulia, menjunjung tinggi toleransi, dan berkomitmen penuh terhadap pencegahan dan penanganan kekerasan. Ini adalah langkah konkret menuju kampus yang berkeadaban, harmonis, dan menjadi teladan bagi masyarakat luas.
Semoga Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah membawa berkah, kedamaian, dan semangat perubahan positif bagi seluruh civitas akademika Universitas Ekasakti dan bangsa Indonesia.