Kegiatan 05 Apr 2026 menit baca

Refleksi Jumat Agung 2026: Universitas Ekasakti Ajak Civitas Akademika Hayati Nilai Perdamaian dan Toleransi

Peringatan Wafat Yesus Kristus 3 April 2026 menjadi momentum krusial bagi Universitas Ekasakti. Satgas PPKPT mengajak seluruh civitas akademika merenungkan esensi pengorbanan, kasih sayang, dan toleransi. Perkuat empati, bangun kampus bebas kekerasan, dan ciptakan lingkungan akademik yang harmonis serta inklusif melalui nilai-nilai universal ini.

Penulis
Mimin Ganteng
Dibaca
7 kali
Refleksi Jumat Agung 2026: Universitas Ekasakti Ajak Civitas Akademika Hayati Nilai Perdamaian dan Toleransi

Padang, 3 April 2026 – Peringatan Wafat Yesus Kristus, atau yang dikenal sebagai Jumat Agung, pada hari ini, 3 April 2026, menjadi momentum krusial bagi seluruh civitas akademika Universitas Ekasakti untuk merenungkan makna mendalam dari pengorbanan, kasih sayang, dan perdamaian. Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas Ekasakti secara khusus mengajak seluruh elemen kampus untuk menjadikan peringatan hari suci ini sebagai landasan memperkuat nilai-nilai toleransi, empati, dan anti-kekerasan demi mewujudkan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk intimidasi.

Jumat Agung, sebagai bagian tak terpisahkan dari perayaan Paskah, adalah hari di mana umat Kristiani di seluruh dunia mengenang pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Peristiwa ini sarat dengan pesan tentang kasih yang tak bersyarat, pengampunan, dan keberanian untuk berdiri bagi kebenaran, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun. Nilai-nilai universal ini, yang melampaui batas-batas keyakinan, memiliki relevansi yang sangat kuat dalam konteks kehidupan kampus dan upaya pencegahan kekerasan.

Memaknai Pengorbanan untuk Lingkungan Kampus yang Harmonis

Ketua Satgas PPKPT Universitas Ekasakti, Yessy Marzona, S.Pd., M.Pd menekankan bahwa refleksi atas pengorbanan Yesus Kristus dapat menginspirasi kita semua untuk lebih peduli terhadap sesama. "Jumat Agung mengajarkan kita tentang pentingnya pengorbanan demi kebaikan yang lebih besar. Dalam konteks kampus, ini berarti kesediaan untuk mengesampingkan ego, mendengarkan perspektif yang berbeda, dan berjuang bersama menciptakan lingkungan yang saling menghormati,".

Nilai-nilai seperti kasih sayang, pengampunan, dan empati adalah fondasi utama dalam membangun budaya anti-kekerasan. Ketika setiap individu di kampus, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan, mampu mengembangkan empati terhadap pengalaman orang lain, potensi terjadinya tindakan kekerasan, baik fisik, verbal, psikologis, maupun seksual, dapat diminimalisir secara signifikan. Pemahaman akan penderitaan atau ketidaknyamanan orang lain adalah langkah pertama menuju pencegahan.

Toleransi dan Keberagaman sebagai Pilar Anti-Kekerasan

Universitas Ekasakti, sebagai institusi pendidikan tinggi, merupakan miniatur masyarakat yang beragam. Keberadaan mahasiswa dan staf dari berbagai latar belakang suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA) menuntut adanya pemahaman dan praktik toleransi yang tinggi. Peringatan Jumat Agung, meskipun merupakan hari raya keagamaan tertentu, justru dapat menjadi momentum untuk merayakan keberagaman dan memperkuat ikatan persaudaraan lintas iman.

"Toleransi bukan hanya tentang menerima perbedaan, tetapi juga menghargai dan merayakan kekayaan yang dibawanya. Ketika kita menghargai keyakinan dan praktik keagamaan orang lain, kita secara otomatis membangun benteng yang kokoh terhadap diskriminasi dan segala bentuk kekerasan berbasis SARA," tambah Yessy Marzona, S.Pd., M.Pd. Satgas PPKPT aktif mengampanyekan pentingnya dialog antarumat beragama dan pemahaman lintas budaya untuk menciptakan iklim kampus yang kondusif.

Peran Aktif Satgas PPKPT dalam Mengimplementasikan Nilai-Nilai Universal

Satgas PPKPT Universitas Ekasakti tidak hanya berfokus pada penanganan kasus kekerasan, tetapi juga pada upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi nilai-nilai. Peringatan Jumat Agung ini menjadi salah satu titik tolak untuk:

  • Meningkatkan Kesadaran: Mengadakan diskusi dan seminar tentang relevansi nilai-nilai spiritual dalam membangun moralitas dan etika di kampus.
  • Mendorong Empati: Program-program yang dirancang untuk menumbuhkan rasa peduli dan pemahaman terhadap pengalaman orang lain, terutama mereka yang rentan.
  • Memperkuat Toleransi: Mengadakan kegiatan yang mempromosikan dialog antarumat beragama dan penghargaan terhadap keberagaman budaya.
  • Membangun Budaya Anti-Kekerasan: Mengintegrasikan pesan-pesan anti-kekerasan dalam setiap aspek kehidupan kampus, dari kurikulum hingga kegiatan ekstrakurikuler.

 

"Peringatan Jumat Agung adalah panggilan bagi kita semua untuk melihat ke dalam diri, merefleksikan tindakan kita, dan berkomitmen untuk menjadi agen perdamaian. Di Universitas Ekasakti, kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya membentuk intelektual, tetapi juga karakter. Karakter yang kuat adalah karakter yang berlandaskan kasih, empati, dan keberanian menolak segala bentuk kekerasan,".

Rektor Universitas Ekasakti, Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd., juga menyampaikan pesan senada. "Universitas Ekasakti berkomitmen penuh untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh civitas akademika. Peringatan Wafat Yesus Kristus ini mengingatkan kita akan kekuatan transformasi dari kasih dan pengampunan. Marilah kita bersama-sama menginternalisasi nilai-nilai ini dan mewujudkannya dalam setiap interaksi kita sehari-hari."

Dengan demikian, Jumat Agung 2026 tidak hanya sekadar hari libur keagamaan, melainkan sebuah kesempatan emas untuk merevitalisasi komitmen kita terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal. Satgas PPKPT Universitas Ekasakti mengajak seluruh civitas akademika untuk memanfaatkan momentum refleksi spiritual ini guna memperkuat fondasi perdamaian, toleransi, dan anti-kekerasan, menjadikan Universitas Ekasakti sebagai teladan kampus yang berbudaya dan beradab.

Asisten AI SATGAS
Online • Siap Membantu
Halo! 👋 Saya AI Asisten SATGAS PPKPT Universitas Ekasakti. Ada yang bisa saya bantu?

Coba ketik: "Cara melapor", "Apakah identitas aman?", atau "Link Laporkan".
Home Berita
LAPOR
Info Kontak
Profil & Informasi